Istilah AI pasti sudah pernah terdengar di telinga kamu, atau kalau belum tahu istilah AI bisa diartikan juga sebagai Teknologi kecerdasan buatan.

Sadarkah kita? Bahwasannya kecerdasan buatan sudah sering ditemui di setiap aspek kehidupan khususnya pada alat-alat yang canggih semakin canggih. Kehadiran AI tentunya sangat membantu aktivitas kita sehari-hari bukan? Mulai dari aktivitas membuka mata dipagi hari hingga menutup mata kembali di malam hari. Jadi, bisa disimpulkan bahwasanya AI merupakan kecerdasan manusia yang disimulasikan dalam bentuk mesin serta alat alat teknologi lainnya.

Sama hal nya dengan manusia, AI juga berawal dari system kosong yang membutuhkan asupan-asupan untuk kecerdasannya. Jika AI memerlukan data untuk dijadikan sebuah pengetahuan, maka manusia memerlukan ilmu untuk dijadikan sebuah pengetahuan.

Saya tertarik dengan kata-kata AI yang bunyinya seperti ini “Jika saya tidak menang, maka setidaknya saya tidak boleh kalah” Nah, hal itu membuat saya berandai-andai. Andai manusia memiliki mindset seperti itu, pasti ia bisa melaju lebih cepat untuk berkembang.

AI juga mampu melakukan muhasabah diri lho geng, hah, ko bisa? Jadi gini, AI merupakan kecanggihan yang dibekali dengan sistem self correction atau tak lain mengoreksi diri sendiri.

AI akan melakukan perbaikan pada setiap kesalahan-kesalahan atau kegagalan-kegagalan yang dilakukan. Ya, seperti apa yang dikatakan oleh AI dan ditulis di paragraph sebelumnya. Banyak sekali kecerdasan buatan manusia yang melebihi kecerdasan manusia pada umumnya.

Selain bisa melakukan Self correction, AI juga mampu melakukan Deep Face. Teknologi Deep face atau pengenalan wajah ini telah dimunculkan di Facebook, yang mana teknologi tersebut mampu mengenali wajah difoto tanpa kita menyebut nama pengguna tersebut.

Diluar nalar bukan? Bagaimana bisa AI mampu melakukan pengenalan wajah pada data yang belum kita kasih tau?

Apakah data kita yang bocor?

Jadi gini gengs, sebelum AI mampu mengidentifikasi dan mengenali bahwa itu foto kamu, AI dilatih terlebih dahulu dan diberi makanan atau asupan berupa data-data.

Ngeri banget ya teknologi AI.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *